Festifal Bulusan 2019 Makin Meriah, Inilah Jadwal Kegiatannya

festifal bulusan

Festifal  Bulusan

Festifal  Bulusan merupakan tradisi turun temurun yang dilaksanakan oleh warga Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo Kudus, kegiatan tersebut sudah berlangsung dari jaman Sunan Muria sampai Sekarang untuk menghormati dan menghargai Mbah Duda, Seiring perkembangan jaman tradisi tahunan yang diadakan seminggu setelah lebaran atau lebaran Kupatan tersebut menjadi salah satu tujuan wisata tahunan bagi warga Kudus. di tahun 2019 tradisi bulusan semakin meriah, kegiatan puncaknya yang berlangsung tanggal 12 Juni 2019 tersebut akan diadakan berbagai kegiatan dan perlombaan untuk menarik minat wisatawan lokal.

Rangkaian Kegiatan Festifal  Bulusan

1. Minggu 09 Juni 2019

  • gebyar Mancing Mania– Lokasi Tempat sepanjang sungai Bulusan Desa Hadipolo Rt 4/5 Kecamatan Jekulo- Total Hadiah Rp 10 jt- waktu pukul 07.00 sampai selesai

2. Selasa 11 Juni 2019

  • Opening ceremony – Lokasi Desa Hadipolo Kecamatan Jekulo
  • Waktu 07.30
  • Lomba mewarnai TK/Paud Se- Kabupaten Kudus – Lokasi Tempat  Desa Hadipolo
  • Waktu 08.00 – 10.00 wib
  • Lomba Rebana Se- Kabupaten Kudus

– Lokasi Tempat  Desa Hadipolo

-Waktu 08.00 – 10.00 wib

  • Malam tirakatan dan terbang papat

– Lokasi Tempat  Desa Hadipolo

  • Waktu 19.00 – 22.00 wib

3. Rabu 12 Juni 2019

  • Kirab budaya Kupatan
  • Lokasi Desa Hadipolo
  • Waktu 0730 – 12.00 wib

  • Lomba Fashion show dan Festifal Band
  • Lokasi Desa Hadipolo

  • Waktu 13.00 – 15.00

  • Clossing ceremony dan pentas musik
  • Lokasi Desa Hadipolo

  • Waktu 19.00 – 21.00 wib

  • Pagelaran wayang Kulit
  • Lokasi Desa Hadipolo

  • Waktu 21.00 sampai fajar

Pasar Rakyat

Salah satu daya tarik dari festifal Bulusan yaitu adanya pasar rakyat. ratusan bahkan ribuan pedagang dan berbagai wahana permainan rakyat masih bisa kita jumpai dalam festifal tahunan tersebut mulai dari penjual makanan, pakaian, souvenir, mainan anak serta wahana tong setan, komedi putar, gondola, rumah hantu dll

Sejarah

Bulusan diambil dari kata Bulus, atau Kura-kura, asal mulanya tidak terlepas dari Sunan Muria. Konon saat Bulan Ramandhan, Sunan Muria melihat mbah duda yang merupakan muridnya dengan warga sedang ndaut saat malam hari, Sunan menanyakan mengapa malam-malam masih ‘’krubyak-krubyuk’’ seperti bulus, Karena ucapan Sunan Kudus yang sakti maka Mbah Duda dan warga yang ndaut menjadi seekor Bulus atau kura-kura.

Saat melanjutkan perjalanannya yang diikuti bulus jelmaan Mbah Duda, di tengah perjalanan, dia mengambil sebatang kayu adem ati (menyerupai batang pohon kluwak) dan menancapkannya di suatu tempat. Ketika batang kayu tersebut dicabut, keluarlah mata air yang kemudian dipercaya menjadi asal sungai Sumber. Setelah itu, Sunan kembali bersabda dan memerintahkan Mbah Duda beserta para santrinya untuk menjaga daerah tersebut dan menjanjikan bahwa akan ada orang yang memberi makan pada mereka.

Fasilitas Penunjang
  • Lokasi yang mudah di jangkau karena berada di pinggir jl pantura
  • kantong-kantong parkir tersedia
  • keamanan dari TNI, Polri, Linmas, dan kesehatan dll
Makanan Khas

  1. Lontong sumber
  2. duku Sumber

Baca Juga: https://wisatakeluargaku.com/desa-hadipolo-menuju-desa-wisata-kudus/

Tinggalkan Balasan